RSS

Arsip Kategori: Perasaan

Sampingan

ImageHai pemirrrsaaaaaaaaaaa… Eh… ehm… Begini pemirsa, saya haturkan terima kasih atas partisipasi pemirsa di blog ini, mohon jangan dirusak ya… haha *galau udah malem gak ada kerjaan. Galau apaan yak? Cariin ye di kamus Bahasa Indonesia, males kalo saya mah, lebih enak bikin persepsi sendiri, soalnya pikiran kita bebas saudara-saudara. Siapa yang melarang kita berpikir? Undang2 ada gak? gk ada kan? Bahkan di negara otoriter gak ada yang melarang kebebasan berpikir. Oleh karena itu, berpikir itu terserah pemirsa, gak bakal yang melarang, mikir mesum juga gk apa2, selama gk ketahuan.. wkwkwwkk. Galau itu…. mungkin kayak yang digambar ini ya? Gambar ini saya ambil dari salah satu perempuan yang cukup narsis yang saya temui dari hasil selancar dengan om-om mata keranjang (om google, haha) Haha…Menurut pemirsa apa tuh galau? Sebenarnya saya juga galau nih sodara-sodara, udah lama gak nulis, skrg malah bingung mau nulis apa, sebenarnya banyak ide sih, tpi ya begitulah, susah mo dicopot satu-satu.

Galau terjangkit disetiap Read the rest of this entry »

G.A.L.A.U

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 25, 2012 in Celoteh Burung Camar, Perasaan

 

Tag:

Merenung Rindu

Sekelebat bayangan menyelinap ke dalam pikiran. Seuntai pertanyaan kemudian menyapa, siapa? Kapan? dan dimana dia? Tidak heran bahwa rindu itu begitu membuat penasaran. Akankah ada cerita yang terulang? Rindu yang akan menjawabnya. Tentang kisah, tentang cerita yang akan tertulis bersama awan yang senantiasa mendayung menuju pulau tak bertepi diatas langit disana.

Pernahkah kamu terlintas dalam pikiranmu sebuah bayangan yang membuatmu bertanya-tanya? Biasanya pertanyaan itu, dimana dia? atau sedang apa dia disana? Atau kapan ya kejadian itu? Itu semua membuatmu rindu bukan? Ya.. Rindu membuatmu membagi sebagian pikiranmu tentang kenangan itu. Kenangan yang sulit untuk diulang.

Rindu membuat kamu lebih bijak karena ada kenangan yang mempunyai unsur pelajaran, biasanya disebut pengalaman. Biasanya ketika kenangan itu diulang, kita tidak bisa merasakan sepenuhnya hal yang sama, karena ada beberapa unsur yang telah berbeda, dan tidak masalah, justru itulah yang membuat kenangan baru akan ada.

Apakah kamu pernah mencoba membuat suatu acara yang mengundang teman-teman SMA orang tua kamu, yang sudah berpuluh-puluh tahun gak pernah ketemu?

Itu pernah terjadi di keluarga saya. Ayah Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2011 in Perasaan

 

Tag: , ,

Tentang Kesetiaan

Berpikir untuk setia mungkin sesuatu yang mudah. Berprilaku untuk setia, itu yang sulit. Setia bukan hanya artian sempit yang biasa dikaitkan dengan hubungan antar dua insan yang berbeda jenis kelaminnya, antara saya “laki-laki” dan kamu “perempuan”. Walau itu arti sempit, namun itu akan menjadi contoh tentang bagaimana konsep suatu kesetiaan itu, tentunya konsep kesetiaan ala Din Jangkrik (klik aja, langsung ke FB saya itu :p).

Setia menurut kamus bahasa Indonesia adalah (1) berpegang teguh (pd pendirian, dsb); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya, ia tetap — melaksanakannya; ia tetap — memenuhi janjinya; (2) tetap dan teguh hati (dl persahabatan dsb): telah sekian lama suaminya merantau, ia tetap — menunggu.

Itu menurut konsepĀ  bahasa loh ya. Kalo menurut anak muda (saya termasuk juga sih :p) setia itu simple aja, “tidak menyeleweng”, biasanya populer dikalangan hubungan pacaran, atau bahasa inggrisnya in relationship (gak tau benar apa salah).Sebagai mana suatu pasangan (yang terjalin dari ijab qabul antara dua sejoli muda, tanpa saksi dan tanpa mas kawin, juga tanpa penghulu, ==’) menjaga hubungan dengan tidak menyeleweng ataupun selingkuh.

Menurut saya, Din Jangkrik, setia itu sebenarnya adalah Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 5, 2011 in Perasaan